Tips Menyiapkan Dana Pensiun Meski Masih Muda

Banyak Anak Muda yang berpikir kalau masa pensiun masih jauh. Mereka kerap terlambat merencanakannya. Ada pepatah mengatakan "Waktu terbaik untuk menanam pohon adalah 20 tahun yang lalu. Waktu terbaik kedua adalah sekarang.". Prinsip yang sama berlaku untuk dana pensiun. Bukan soal modal besar atau gaji besar, Melainkan Waktu. sebagai Senajata Utama dalam investasi untuk masa pensiun.

Menunggu usia 40 tahun untuk mulai menabung sama seperti mencoba menanam pohon besar di saat kemarau. semangat mencari uang sering terbentur oleh usia. tidak banyak lapangan pekerjaan untuk usia tidak produktif. Namun, jika kamu memulainya menanam benih kecil dari usia 20 tahun-an, waktu dan bunga majemuk akan melakukan sebagian besar pekerjaan untuk kamu. Kedua elemen tersebutlah yang mampu meningkatkan nilai aset kamu.

Pensiun adalah soal Financial Independence. Titik dimana kamu tidak bergantung pada orang lain, kamu bekerja karena ingin bukan lagi karena ada cicilan yang harus dibayar. Kamu bisa mengejar hobbi, membangun bisnis impian ataupun berkeliling dunia tanpa memikirkan saldo di rekening. Sebuah gambaran masa depan impian banyak orang. Maka, simaklah pembahasan dalam artikel ini yang akan membantu kamu mengambil langkah pertama menuju kebebasan finansial di masa depan.

1. Tentukan Target

Menurut badan pusat statistik, angka harapan hidup orang indonesia adalah 73 tahun dan usia pensiun 59 tahun. Dari data tersebut dapat kamu jadikan acuan untuk menentukan target usia kamu. Hal ini menentukan durasi akumulasi. Hitung pengeluaran bulanan saat ini, lalu sesuaikan dengan gaya hidup di masa pensiun nanti. mari lihat contoh berikut:

Data Asumsi
Usia saat ini 25 Tahun
Target Usia Pensiun 55 Tahun (Sisa waktu 30 tahun)
Biaya Hidup Saat Ini Rp5.000.000 / bulan
Asumsi Inflasi 5% per tahun

Dari data di atas kita bisa asumsikan Biaya Hidup di Usia 55 adalah Rp21.600.000 / bulan (Setara nilai Rp5jt saat ini)

Berapa yang Harus Dikumpulkan?

Jika menggunakan data diatas maka target total dana yang harus kamu miliki saat berusia 55 tahun adalah: Rp6,4 Miliar.

Berapa yang Harus Ditabung per Bulan?

Angka Rp6,4 Miliar mungkin terlihat besar, tapi jika kamu berinvestasi di instrumen dengan rata-rata imbal hasil (return) 10% per tahun (misal: Reksa Dana Saham atau Indeks Saham), berikut jumlah yang perlu disisihkan:
Rp2.800.000 per bulan (Jika dimulai sekarang).
Jika menunda 5 tahun saja (Mulai usia 30), angkanya melonjak jadi Rp4.800.000 per bulan.

2. Fondasi Keuangan (Financial Safety Net)

Sebelum mulai berinvestasi untuk dana pensiun, kamu wajib terlebih dahulu memiliki fondasi keuangan yang kuat. Hal ini memastikan kejadian tak terduga dalam waktu dekat seperti: PHK, Kecelakaan hingga Sakit tidak mengganggu rencana kamu. Sehingga kamu tidak perlu mengambil dari dana investasi kamu. Pastikan kamu memiliki minimal 3 kali pengeluaran bulanan di instrumen yang likiud (mudah dicairkan) seperti Tabungan atau Reksadana Pasar Uang. Memiliki Asuransi Kesehatan yang dapat menanggung biaya ketika kamu sakit. Pastikan utang berbungga tinggi sudah terlunasi agar cash flow bulanan terasa ringan untuk investasi.

3. Strategi Alokasi Aset (Asset Allocation)

Berikut profil risiko yang dapat kamu sesuaikan dengan usia kamu saat ini: 
  • Agresif (Usia 20-40): Dengan rentang waktu yang masih panjang, kamu bisa berfokus pada instrumen jangka panjang dengan potensi return tinggi. Tak perlu perhatikan fluktuatif pasar. Sebab pasar cenderung mengalami kenaikan tinggi  dalam waktu dekat. Jangan cepat panik menarik investasi kamu. Alokasikan lebih besar (60-80%) ke aset tinggi risiko seperti Saham atau Reksa Dana Saham.
  • Moderat (Usia 40-50): Mulai mempertimbangkan risiko. seimbangkan potensi return dan risk dalam waktu dekat. Pindahkan sebagian dana ke Obligasi atau Sukuk untuk menjaga stabilitas.
  • Konservatif (Mendekati Pensiun): Fokus pada pengamanan modal. Mayoritas dana dipindahkan ke Pasar Uang, Deposito, atau SBN yang memiliki return stabil dan risiko rendah. Instumen ini sangat likiud dan tidak rentan terpengaruhi gejolak pasar

4. Eksekusi dan Automasi

Tanamkan Mindset Pay Yourself at First. Sisihkan Uang Investasi di awal bulan sesegera mungkin setelah mendapatkan pemasukan (gaji, profit bisnis), bukan dari sisa pengeluaran bulanan. Gunakan fitur Auto-Debet untuk otomatisasi proses ini. Lakukan Diversifikasi Aset yaitu menyebar uang kamu ke banyak instrumen investasi atau sektor. Hal ini dapat menimalisir risiko.

5. Review dan Rebalancing

Kondisi pasar cenderung berubah karena kondisi politik, kebijakan baru dan ekonomi global. Begitu juga dengan gaya dan kebutuhan hidup kamu akan berubah. Jadi rencana kamu harus cukup fleksibel dan mudah di evaluasi. Lakukan evaluasi tahunan, cek apakah imbas hasil investasi sesuai target. Jika Kenaikan tidak dapat melampaui target, kamu mungkin perlu menambah nilai investasi. Sesuaikan kembali Aset kamu jika mengalami kenaikan tinggi. Misal jika nilai saham kamu naik tinggi dan porsinya terlalu besar dalam portofolio, kamu bisa mempertimbangkan untuk menjual sebagian dan pindahkan ke aset yang lebih aman. Sesuaikan kembali dengan profil risiko.

Penutup

Perlu diingat kembali, Menyiapkan dana pensiun bukan soal seberapa besar gaji kamu. Melainkan, soal siapa yang mau memulai lebih awal, soal komitmen, kedisiplinan finansial dan sebagai bentuk ucapan terimakasih untuk hasil kerja keras kamu. Tentu kamu tidak mau masa tua kamu dipenuhi kecemasan finansial dan harus merepotkan banyak orang, bukan?. Dengan memiliki dana pensiun kamu dapat menikmati sisa hidup dengan tenang dan bermartabat. Yuk mulai dari sekarang!

Posting Komentar untuk "Tips Menyiapkan Dana Pensiun Meski Masih Muda"