Harta Wamenkeu Baru: Luky Alfirman Lebih dari Rp52 Miliar

Presiden Prabowo Subianto telah resmi melantik dua individu baru, Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman, sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) pada Kamis, 1 Oktober 2026, di Istana Merdeka, Jakarta. Pelantikan ini melengkapi jajaran pimpinan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang kini didampingi oleh Menteri Keuangan Suahasil Nazara serta Wamenkeu Juda Agung. Seiring dengan jabatan baru ini, sorotan publik mengarah pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) mereka, yang menunjukkan perbedaan signifikan dalam struktur dan total aset.
Detail Harta Luky Alfirman: Dominasi Kas dan Surat Berharga
Luky Alfirman, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu, melaporkan total harta kekayaan bersihnya mencapai Rp52.827.928.569 berdasarkan LHKPN periodik 2025 yang disampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Februari 2026, dengan posisi per 31 Desember 2025. Menariknya, tidak ada catatan utang yang dilaporkan oleh Luky.
Komposisi kekayaannya menunjukkan diversifikasi yang jelas:
- Kas dan Setara Kas: Menyumbang porsi terbesar, senilai Rp23.099.474.305, atau sekitar 43,7% dari total harta.
- Surat Berharga: Menjadi komponen signifikan kedua dengan nilai Rp15.034.806.720, sekitar 28,5%.
- Tanah dan Bangunan: Tercatat sebesar Rp13.000.000.000, meliputi 24,6% dari total aset. Properti ini terdiri dari tiga unit tanah dan bangunan yang diperoleh sendiri, berlokasi di Jakarta Selatan (masing-masing senilai Rp4,5 miliar dan Rp5,5 miliar) serta di Kota Bandung (senilai Rp3 miliar).
Selain itu, Luky juga melaporkan kepemilikan empat unit mobil dengan total nilai Rp550.000.000, termasuk Toyota Avanza (2023), Honda Accord (2013), Honda City (2014), dan Honda Jazz (2012). Harta bergerak lainnya tercatat Rp205.000.000, dan harta lainnya senilai Rp938.647.544.
Rincian Harta Nurkholisoh Ibnu Aman: Fokus pada Properti
Di sisi lain, Nurkholisoh Ibnu Aman melaporkan total harta kotor sebesar Rp6.392.808.000. Setelah dikurangi kewajiban utang sebesar Rp1.691.300.000 (sekitar 26,5% dari harta kotor), nilai kekayaan bersihnya tercatat sebesar Rp4.701.508.000. Berbeda dengan Luky, komposisi harta Nurkholisoh didominasi oleh aset properti.
Rincian kekayaannya meliputi:
- Tanah dan Bangunan: Menyumbang porsi terbesar, yaitu Rp3.420.008.000, atau sekitar 53,5% dari total harta kotor. Nurkholisoh memiliki tujuh bidang tanah dan bangunan, termasuk di Kota Tangerang, aset terbesar di Jakarta Pusat senilai Rp1,61 miliar, dua aset warisan di Kota Magelang, serta satu aset warisan berupa tanah dan bangunan di luar negeri senilai Rp715.000.000.
- Kas dan Setara Kas: Tercatat sebesar Rp2.910.000.000, sekitar 45,5%.
Untuk alat transportasi, Nurkholisoh hanya mencatatkan satu unit sepeda merek Polygon tahun 2017 senilai Rp800.000. Harta bergerak lainnya sebesar Rp62.000.000, dan tidak ada kepemilikan surat berharga yang dilaporkan.
Analisis Perbandingan dan Tantangan Ekonomi
Perbandingan antara kedua Wamenkeu baru ini menunjukkan perbedaan yang mencolok. Harta kekayaan bersih Luky Alfirman yang mencapai Rp52,82 miliar tercatat sekitar 11,2 kali lipat dari total kekayaan bersih Nurkholisoh Ibnu Aman yang berada di angka Rp4,70 miliar. Struktur portofolio keduanya juga berbeda, dengan Luky menunjukkan diversifikasi yang kuat di instrumen keuangan likuid, sementara Nurkholisoh lebih berfokus pada aset properti dan memiliki beban utang yang signifikan.
Sebagai bagian dari tim pimpinan Kemenkeu, kedua Wamenkeu ini akan menghadapi berbagai tantangan ekonomi yang dinamis. Di tengah kebijakan baru seperti pemberlakuan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 bagi pedagang online sejak 1 Oktober 2026, fluktuasi pasar modal yang terlihat dari penguatan awal IHSG di level 6.033,08 pada 2 Oktober 2026, namun sempat anjlok 1,02% ke 6.009,50, serta kenaikan harga minyak mentah dunia hingga 4% pada 1 Oktober 2026, peran mereka akan sangat strategis. Keahlian dan pengalaman mereka diharapkan mampu merumuskan kebijakan fiskal yang adaptif dan mendukung stabilitas ekonomi nasional di tengah gejolak global dan domestik.
Informasi ini bersumber dari LHKPN dan sebaiknya diverifikasi dengan sumber resmi.
Posting Komentar untuk "Harta Wamenkeu Baru: Luky Alfirman Lebih dari Rp52 Miliar"