Emas Antam Stagnan di Rp 2,69 Juta/Gram: Analisis Pasar Terbaru

Jakarta, Epresence Finance – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Senin, 10 Agustus 2026, tidak menunjukkan pergerakan signifikan, bertahan di level yang sama setelah mengalami lonjakan tajam sebesar Rp 40.000 per gram pada akhir pekan sebelumnya. Stabilitas harga ini menempatkan emas Antam 24 karat pada posisi Rp 2.690.000 per gram, sebuah level yang tergolong tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
Harga Emas Antam: Detail dan Pergerakan Terbaru
Berdasarkan informasi dari situs resmi Logam Mulia Antam, harga emas hari ini untuk berbagai pecahan tetap konsisten. Untuk ukuran terkecil 0,5 gram, harga dipatok Rp 1.395.000. Sementara itu, bagi investor yang mencari denominasi lebih besar, emas 10 gram dijual seharga Rp 26.395.000, dan batangan terbesar 1.000 gram (1 kg) dibanderol Rp 2.630.600.000.
Pergerakan harga emas Antam selama sepekan terakhir menunjukkan fluktuasi dalam rentang Rp 2.599.000 hingga Rp 2.690.000 per gram. Pola serupa juga terlihat dalam sebulan terakhir, di mana harga bergerak di kisaran yang sama. Hal ini mengindikasikan bahwa harga saat ini berada di batas atas dari rentang pergerakan tersebut, mencerminkan momentum kenaikan yang kuat sebelum mengalami konsolidasi.
Tidak hanya harga jual, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam juga tidak mengalami perubahan, bertahan di angka Rp 2.511.000 per gram. Ini berarti bagi para pemilik emas yang ingin mencairkan investasinya, nilai yang ditawarkan Antam tetap stabil di level tersebut.
- Harga emas 0,5 gram: Rp 1.395.000
- Harga emas 1 gram: Rp 2.690.000
- Harga emas 2 gram: Rp 5.320.000
- Harga emas 3 gram: Rp 7.955.000
- Harga emas 5 gram: Rp 13.022.500
- Harga emas 10 gram: Rp 26.395.000
- Harga emas 25 gram: Rp 65.862.000
- Harga emas 50 gram: Rp 131.645.000
- Harga emas 100 gram: Rp 263.212.000
- Harga emas 250 gram: Rp 657.765.000
- Harga emas 500 gram: Rp 1.315.320.000
- Harga emas 1.000 gram: Rp 2.630.600.000
Dinamika Pasar dan Implikasi Investasi
Stabilitas harga emas Antam hari ini dapat dianalisis dalam konteks dinamika pasar global dan domestik. Di kancah internasional, pasar keuangan masih dibayangi oleh ketidakpastian. Futures saham AS dilaporkan bergerak datar, seiring investor menantikan data inflasi penting dan menghadapi ketegangan geopolitik baru terkait Iran yang dapat mempengaruhi jalur pelayaran vital seperti Selat Hormuz. Kondisi semacam ini seringkali mendorong investor mencari aset safe-haven seperti emas, yang dapat menopang harganya.
Namun, di sisi lain, pasar domestik menunjukkan sinyal positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat ke level 6.400-an, didorong oleh penguatan nilai tukar Rupiah. Pembukaan IHSG di zona hijau pada awal pekan juga mencerminkan sentimen positif di pasar saham. Penguatan pasar saham dan mata uang domestik ini berpotensi mengalihkan sebagian minat investor dari emas ke instrumen investasi lain yang menawarkan potensi keuntungan lebih tinggi.
Ketentuan Pajak untuk Pembelian Emas
Bagi calon investor emas, penting untuk memahami implikasi pajak yang berlaku. Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34 Tahun 2017, setiap pembelian emas batangan akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,9%. Namun, tarif pajak ini dapat dipangkas menjadi 0,45% jika pembeli menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) saat bertransaksi. Ketentuan ini menjadi pertimbangan penting dalam perhitungan total biaya investasi emas, terutama bagi mereka yang berencana untuk membeli dalam jumlah besar.
Informasi harga emas Antam ini bersifat indikatif dan dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu verifikasi dengan sumber resmi atau profesional keuangan sebelum membuat keputusan investasi.
Posting Komentar untuk "Emas Antam Stagnan di Rp 2,69 Juta/Gram: Analisis Pasar Terbaru"