Banyak orang tak menyadari bahwa Kekayaan dimulai dari kebiasaan. Kebiasaan yang membantu kamu memupuk pindu-pindu kekayaan. Banyak dari kita menganggap kalau kekayaan hanya dimiliki oleh mereka yang beruntung. Padahal, kekayaan adalah sebuah keterampilan yang bisa di pelajari yang berguna dalam membentuk kebiasaan finansial yang baik.
Survey mengatakan bahwa mayoritas pemenang undian berhadiah uang tunai besar kembali bangkrut dalam 5 tahun. Hal ini membuktikan bahwa uang sebanyak apapun akan habis begitu saja jika tidak di barengi dengan mindset dan kebiasaan finansial yang baik. Orang kaya sangat menghargai setiap lembar uangnya sebagai Tiket yang mengantarkan mereka menuju kenikmatan hidup dan keamanan finansial masa depan.
Dalam artikel ini kita akan memahami rahasia di balik mindset kaya: 10 kebiasaan yang membedakan para pemenang finansial dengan orang kebanyakan.
1. Pay Yourself First
Umumnya orang menyisihkan dana tabungan dengan menggunakan rumus Pendapatan - Pengeluaran = Tabungan. Sayangnya, Pengeluaran seringkali membengkak oleh hal-hal yang tidak terlalu penting seperti: Belanja impulsif, makan di luar dll hingga tidak ada yang tersisa untuk ditabung. Sedangkan Orang Kaya, mengubah rumusnya menjadi: Pendapatan - Tabungan/Investasi = Pengeluaran. Kebiasaan ini menghindari kita untuk tidak menghabiskan uang tanpa sempat menyisihkannya untuk tabungan. Hal ini juga memastikan kita bisa mendapatkan keamanan finansial di masa depan tanpa mengurangi pengeluaran pokok atau keinginan diri. Sederhananya, kamu harus Segera menyisihkan setidaknya 10-20% ke rekening terpisah yang tidak dapat kamu sentuh sebelum jatuh tempo sebagai tabungan. Gunakam fitur autodebet sehingga kamu dipaksa untul survive dengan sisa uang yang ada.
2. Memahami Perbedaan Aset dan Liabilitas
Seperti yang diungkapkan Robert Kiyosaki dalam bukunya Rich Dad Poor Dad, Orang sukses sangat teliti dalam membedakan mana yang menambah kekayaan dan mana yang menguras kantong.
- Aset: Adalah sesuatu yang menambahkan pundi-pundi ke kantong kamu. Contoh: Dividen Saham, Properti yang disewakan, Emas yang nilainya naik terus.
- Liabilitas: Hal yang menguras kantong tanpa ada potensi kenaikan nilai, Umumnya berupa kesenangan diri. Contoh: Cicilan mobil mewah, Kartu kredit, Cicilan mobil mewah (yang nilainya turun setiap tahun), kartu kredit untuk menunjang gaya hidup, gadget terbaru, barang-barang branded
Orang kaya memastikan mereka memiliki aset terlebih dahulu sebelum membeli kesenangan diri (liabilitas) dari keuntungan aset tersebut.
3. Frugal Living
Kamu jangan salah mengartikan frugal living sebagai gaya hidup pelit. Frugal living adalah tentang efisiensi biaya. Orang kaya berfokus pada nilai (value) kekayaan bukan pengakuan sosial atau tren. Mereka rela menunda kenikmatan (Delayed Gratification) supaya uangnya bisa diputar di instrumen investasi. Nah, dari hasil investasi tersebut mereka bisa menikmati keamanan finansial sekaligus membeli kesenangan diri. Kamu bisa coba terapkan menunda 24 jam sebelum membeli sesuatu. Hal ini membantu kamu menganalisa dorongan untuk belanja apakah itu sekedar dorongan impulsif atau kamu benar-benar membutuhkannya.
4. Investasi Pengetahuan
Orang kaya sangat memahami betapa pentingnya kualitas diri sebagai investasi yang paling berharga. Investasi yang di maksud seperti: Rajin membaca, menghadiri seminar, ikut workshop/Kursus untuk meningkatkan skill.
Pengetahuan yang terus dipupuk dan ditingkatkan membantu kamu dalam mencari potensi penghasilan di tengah gejolak pasar dan ekonomi yang terus berubah. Kamu bisa melihat Peluang di tengah krisis dan mengamankan kekayaan kamu.
5. Memiliki Banyak Sumber Penghasilan
Orang kaya tidak hanya bergantung pada satu sumber penghasilan. Mereka membagi sumber pendapatan menjadi tiga jenis utama:
- Active Income: Gaji atau hasil kerja langsung
- Portfolio Income: Keuntungan dari aset kertas (saham, obligasi, reksa dana)
- Passive Income: Penghasilan yang didapat meski kita tidka bekerja seperti: Properti yang disewakan, Royalti, Bisnis yang sudah berjalan
Kamu tidak harus langsung keluar dari pekerjaan utama. Mulailah membangun side hustle (sampingan) secara konsisten hingga hasilnya mampu menutupi biaya hidup dasar kamu.
6. Disiplin dalam Pencatatan Keuangan
Banyak orang tidak menyadari alasan mengapa uangnya habis begitu saja karena pencatatan yang buruk. Orang kaya tidak membiarkan sepeser uang keluar tanpa pengawasan. Mereka memahami bahwa kebocoran kecil yang tak disadari bisa menenggelamkan kapal besar.
Dengan pencatatan yang baik kamu bisa melakukan evaluasi keuangan, membantu kamu mengambil keputusan finansial dan mengetahui nilai kekayaan kamu. Kamu tak perlu khawatir, dengan beragam Aplikasi Budgeting yang menjadikan pencatatan keuangan begitu mudah dan sederhana.
7. Menghindari Utang Konsumtif
Utang seperti pedang bermata dua. Jika digunalan dengan bijak bisa menumbuhkan kekayaan, tapi jika penggunaannya kurang tepat bisa menghancurkan finansial masa depan.
Orang kaya sangat menghindari Utang konsumtif yang digunakan untuk memenuhi gaya hidup. Utang kartu kredit untuk belanja konsumtif atau pinjol untuk membeli gadget terbaru adalah contoh penggunaan utang yang tidak bijak. Orang kaya meminjam untuk modal usaha atau membeli properti yang nilainya naik atau menghasilkan pemasukan (sewa).
Perlu diingat, jika kamu tidak bisa membelinya secara tunai dua kali lipat dari harganya, berarti kamu belum mampu membelinya. Jangan paksakan dengan meminjam hanya sekedar untuk terlihat kaya sebelum waktunya.
8. Berorientasi pada Jangka Panjang (Long-term Thinking)
Di dunia yang serba instan, banyak orang terjebak dalam keinginan kaya dalam waktu cepat. Padahal, kekayaan tidak dicapai dari keuntungan besar dalam semalam, Melainkan pertumbuhan aset yang stabil dan berkelanjutan. Orang Kaya rela menunda kesenangan hari ini demi keamanan finansial di masa depan. Warren Buffet mendapatkan 90% kekayaannya setelah berusia 65. kekayaan itu dihasilkam sari investasi yang dilakukan secara konsisten. Orang kaya mengetahui kekuatan bunga. Investasi jangka panjang menciptakan efek Compound Interest (Bunga Berbunga) yang besar. Fokus mereka pada jangka panjang hingga 20 tahun kedepan. Mereka tidak terganggu oleh gejolak pasar saat ini.
9. Membangun Jejaring (Networking) yang Berkualitas
Ada pepatah yang mengatakan, "Your network is your net worth." Banyak orang Kaya memanfaatkan networking dalam mencari peluang. Banyak orang tak menyadari bahwa kekayaan bisa datang melalui orang lain. Kerja keras perlu juga di barengi Networking yang strategis dan baik. Dalam lingkaran pertemanan yang ambisius, cerdas dan tepat dapat memaksa kamu untuk ikut berkembang. Kamu bisa mendapatkan akses, mentor dan peluang bisnis yang eksklusif. Jangan cari teman hanya sekedar untuk bersenang-senang, masuklah ke lingkaran pertemanan yang menantang kamu secara intelektual dan finansial.
10Berani Mengambil Risiko Terukur (Calculated Risk)
Kekayaan pasti dibangun di atas risiko tinggi. Namun, Orang kaya mampu menghitung dan menganalisa guna menimalisir risiko. Orang kaya tidak mengambil keputusan tanpa mengetahui risikonya. Orang kaya tidak takut gagal tapi tidak berarti mereka asal melompat.
Sebelum berinvestasi atau membuka bisnis, mereka melakukan riset mendalam, menghitung skenario terburuk, dan memastikan bahwa jika mereka gagal, kegagalan itu tidak akan menghancurkan hidup mereka sepenuhnya.
"Risk comes from not knowing what you're doing".
Semakin kamu berilmu semakin kecil risiko yang akan kamu hadapi. Mulailah mengambil risiko kecil yang memiliki potensi hasil besar. Jangan biarkan rasa takut membuat kamu tetap berada di zona nyaman.
Penutup & Kesimpulan
Menjadi kaya bukan tentang seberapa besar gaji yang masuk ke rekening kamu, melainkan tentang sistem dan kebiasaan yang kamu bangun setiap hari. Ke-10 kebiasaan di atas bukanlah tips cepat kaya, melainkan sebuah gaya hidup. Setelah membaca artikel ini, kamu diharapkan mampu menerapkan Mindset-Mindset di atas dalam kehidupan finansial kamu.
Posting Komentar untuk "Mindset Kaya: 10 Kebiasaan Finansial Orang Sukses"